Minggu, 14 Februari 2010

I'm watching (and reviewing) three movies this day

February....saya cinta bulan ini....bukan karena Valentine's day atau ulang tahun yang semakin mendekat, tapi karena banyaknya film hebat yang diputar :D Gosh, I love great movies, and here's the review from three of them.

From Paris With Love
James Reese (Jonathan Rhys Meyers) adalah seorang asisten kedutaan yang terobsesi menjadi secret agen CIA. Selama ini CIA hanya menugaskan Reese melaksanakan tugas-tugas mudah seperti mengganti plat mobil atau menyadap pembicaraan duta besar, sampai akhirnya Reese dipercaya CIA untuk menjadi partner mata-mata CIA asal Amerika, Charlie Wax (John Travolta). 


Wax memiliki karakter yang sama sekali berbeda dengan Reese: asal, selebor, straight to the point, dan tidak segan untuk membunuh musuh-musuhnya. Ketika Reese masih shock menghadapi karakter partnernya, kekasih Reese, Caroline (Kasia Smutniak), mengundang Wax untuk makan malam. Siapa sangka, kekasih sekaligus tunangan Reese ini ternyata seorang mata-mata, dan dalam keadaan terdesak karena ulah Wax, Caroline tega menembak Reese. Apa motif Caroline memata-matai Reese? Dan apa hubungannya dengan kasus yang ditangani Wax? Hhhmmm...tidak adil kalau saya beberkan semuanya disini :)


Film besutan Luc Besson (Taxi, Transporter, D13 Ultimatum) ini menampilkan John Travolta dengan penampilan yang sama sekali berbeda (gemuk, botak, berjenggot), saya sendiri tidak percaya kalau itu adalah John Travolta saat melihat thrillernya. Jika kalian menonton di bioskop dengan kualitas audio yang bagus, pasti puas dengan adegan tembak menembak Wax dengan musuh-musuhnya, seru!!! Bahasa slang, celetukan, dan sindiran Wax terhadap Reese menghadirkan humor tersendiri yang mampu membuat pononton terpingkal-pingkal. Bonus lain dari film ini: pemandangan kota Paris yang ngga pernah ngebosenin dan Jonathan Rhys Meyers yang ganteng (banget). I think I'm falling with him. Hohohohoho....


Untuk From Paris With Love:
I love this movie. Love the story, love the actor, love the city, love the action scene. Must see movie.

Valentine's Day
Film ini dibuka dengan adegan Reed (Ashton Kutcher) melamar kekasihnya, Morley (Jessica Alba). Reed bersahabat dengan Julia (Jennifer Garner) yang sedang menjalin hubungan dengan Harrison (Patrick Dempsey). Tidak disangka Harisson memesan dua buket bunga sebagai hadiah Valentine di tempat Reed, satu untuk Julia, kekasihnya, dan satu lagi untuk istrinya. Apa yang akan Reed lakukan? Memberitahu Julia bahwa kekasihnya itu telah berkeluarga, atau merelakan Julia pergi padahal Reed baru menyadari perasaan yang sebenarnya terhadap Julia. 


Di tempat lain, Kate (Julia Roberts) berangkat dari Iraq menuju LA dan bertemu Holden (Bradley Cooper). Kate menghabiskan 14 jam perjalanan pulang pergi Iraq-LA hanya untuk menghabiskan satu hari Valentine bersama anak satu-satunya, sedangkan Holden baru putus dengan pacarnya, Sean (Eric Dane).
Pasangan muda Grace Smart (Emma Roberts) dan Alex Jons (Carter Jenkins) yang akan menghabiskan hari Valentine dengan bercinta. Sedangkan sahabat Grace, Samantha Kenny (Taylor Swift) dan pacarnya Tyler Harrington (Taylor Lautner) melewatkan Valentine dengan bertukar kado, tanpa seks.


Dan masih ada beberapa cerita lagi: Ibu Julia, Estelle (Shirley Maclaine) membuka rahasia perselingkuhan di masa mudanya kepada sang suami, Edgar (Hector Elizondo). Kara (Jessica Biel) membenci hari Valentine dan bertemu dengan seorang wartawan bernama Briggs (Jamie Foxx) yang juga tidak menyukai Valentine. Liz (Anne Hathaway) telah berkencan dengan Jason (Topher Grace) selama 2 minggu, dan Jason meninggalkan Liz di malam Valentine ketika mengetahui Liz bekerja sampingan sebagai penghibur dewasa di telepon.


Seperti arti dalam kalimat sesungguhnya, Valentine's Day mengambil setting selama satu hari Valentine, mulai dari pagi sampai malam menjelang hari penuh cinta ini berakhir. Film ini memang menghadirkan beberapa cerita berbeda di dalamnya. Tokoh yang satu dengan yang lain masih saling berhubungan, walau hubungan tersebut tidak terlalu kuat (remain me with Love Actually). Tapi bukan itu yang penting, karena inti dari cerita ini adalah kisah cinta di setiap pasangan. Memang, film ini "cewek" banget, tetapi tetap menarik dan ngga membosankan untuk ditonton berdua bersama pasangan, bersama sahabat, bareng adik/kakak, atau ditonton sendiri seperti saya (dont blame me if your bf flirt on me) hohoho.... :p

Untuk film ini: 
Film bertabur artis ini ceritanya ngga "cheesy" dan kocak abis, pasti kalian ngakak sepanjang film, dijamin bakal puas banget ketawa. Duet Taylor (Taylor Swift dan Taylor Lautner) digosipin cinlok karena film ini. Satu lagi, lagu-lagu yang disajikan sepanjang film match banget dengan ceritanya, saya paling suka Today Was A Fairytale dari Taylor Swift.

Percy Jackson and The Olympians: The Lightning Thief 
Selama ini Percy Jackson (Logan Lerman) mengira dirinya hanyalah manusia biasa yang mengidap disleksia, satu-satunya hal luar biasa yang dapat dia lakukan adalah "bertahan" dalam air selama 7 menit. Tetapi semua itu berubah ketika Percy ke museum dan mempelajari sejarah dewa dewi Yunani, Percy diserang oleh seorang mahkluk bernama fury. Dari sini Percy mengetahui bahwa dia adalah seorang Demigod, setengah dewa dan setengah manusia, dari ayah seorang Poseidon. 


Percy diserang karena dituduh mencuri tongkat petir milik Zeus. Untuk melindungi dirinya maka Percy dibawa ke perkemahan Demigod. Perjalanan ini harus dibayar mahal dengan penculikan Ibu Percy. Untuk menyelamatkan Ibunya dan meyakinkan bahwa dirinya tidak bersalah maka Percy pergi ke dunia bawah  untuk menemui dewa Hades bersama teman-temannya, Annabeth Chase (Alexandra Daddario) keturunan dewi Athena dan Grover Underwood (Brandon T. Jackson) yang didaulat sebagai pelindung Percy.


Percy Jackson and The Olympians: The Lightning Thief diangkat dari dari novel berjudul sama karya Rick Riordan dan disutradarai oleh pembuat Harry Potter, Chris Columbus. Sama seperti Harry Potter, film ini juga dihujat oleh penggemar novelnya. Kebanyakan pembaca merasa tidak puas dengan penggambaran Percy Jackson and The Olympians: The Lightning Thief yang sama sekali berbeda dengan novel, belum lagi terlalu banyak cerita yang dipotong di film ini.


Karena saya belum membaca bukunya, rasanya saya puas menonton film ini. Gabungan dunia modern dan dunia dongeng dengan mitologi Yunani yang khas dipadukan dengan harmonis. Hasilnya? Keren dan kocak abis. Bisakah kalian bayangkan: Medusa dikalahkan dengan bantuan iPod, ke gunung Olympus bisa dicapai melalui Empire State Building, dan dewa Hades ternyata suka bergaya ala Mick Jagger? Semua itu hanya bisa ditemukan di film ini.


Percy Jackson and The Lightning Thief dapat lima bintang
Dunia fantasi dan dunia nyata bergabung jadi satu dalam film ini. Idenya cukup brilian menurut saya. Belum lagi Grover tampil tidak hanya sebagai pelindung, tapi juga penghibur dengan banyolan yang gokil abis. Selain  bisa puas ketawa selama nonton film ini, kita bisa belajar tentang dewa dewi Yunani. Great movie and story indeed. (ssssttt...menurut saya, Logan Lerman jauh lebih keren dibanding Daniel Radcliffe).

Jumat, 12 Februari 2010

Silhouette of Me

Blue Ocean


Let there be joy and harmony
from the roof of sky above
to the deep blue sea...
All that we have under the sun
Singing loud in unheard sound
telling us that we are one 
(Deep Blue Sea-Anggun)

Shadow




I've been watching 
I've been waiting
In the shadows all my time
I've been searching
I've been living
For tomorrows all my life
(In The Shadows-The Rasmus) 
Retro

 


Brand new, you're retro
Brand new, you're retro
Brand new, you're retro
(Brand new you're retro-Tricky)










Location: Museum Bank Indonesia
Model: Me ;)
Special thanks to Ryan for those unexpected amazing pict :D 

Kamis, 11 Februari 2010

Banjir Jeruk


Setiap menjelang perayaan Natal dan tahun baru kantor saya pasti dibanjiri kiriman cake cokelat, sedangkan untuk perayaan Imlek yang jatuh hari minggu ini (14/02) kantor dibanjiri hantaran jeruk. Hhhmmm... yang pasti, saya tidak perlu bersusah payah menahan diri untuk ikut menikmati "banjir" ini. Beda dengan "banjir" saat Natal yang harus dengan sekuat tenaga saya hindari (Duuuuhhh.. kayanya cake coklatnya enak deeehh, tapi jarum timbangan saya bisa geser ke kanan terus) Hiks....

Kenapa Imlek identik dengan jeruk. Ini jawaban yang saya simpulkan berdasarkan hasil Googling :D 

Di saat bangsa Cina masih memuja dewa dewi, seringkali jeruk dijadikan sebagai buah untuk persembahan atau pelengkap untuk sembahyang. Jeruk melambangkan kemampuan untuk berkembang: dari satu buah jeruk, terdapat banyak biji jeruk yang dapat dikembangkan menjadi beberapa pohon jeruk. Warna jeruk yang oranye dan cenderung keemasan mencerminkan lambang kemakmuran dan kekayaan. Kokohnya akar pohon jeruk adalah simbol kekuatan dan ketahanan. Sedangkan rasa jeruk yang bervariasi antara asam dan manis menunjukkan kehidupan manusia yang tidak melulu manis, walau terkadang merasakan asam pahit getir kehidupan, tetapi masih ada sekeranjang kenangan manis yang masih bisa diingat. Buah lain yang sering dijadikan hantaran saat Imlek adalah apel dan pir kuning sebagai simbol "pelengkap yang sempurna" atau keharmonisan sebuah keluarga. 

Sepertinya banjir jeruk ini akan terus berlangsung sampai hari Jumat, jadi saya tidak memerlukan suplemen vitamin C untuk satu minggu ke depan ;)

Well, maybe it's a little bit earlier to say, but

Gong Xi Fa Cai

untuk kalian yang merayakan :)



PS: saya masih menerima kiriman jeruk :D

Minggu, 07 Februari 2010

Kota Tua Museums

Entah sudah berapa sering saya mengunjungi kawasan kota tua Jakarta, kantor saya hanya selemparan batu dari sana, tetapi saya tidak pernah bosan untuk datang kembali ke tempat itu. Bagi saya, kota tua menyimpan berbagai chemistry akan masa lalu, sepertinya bangunan-bangunan yang hampir runtuh itu ingin bercerita, bagaimana bentuk tempat ini di masa lalu, kegiatan apa yang dilakukan, dan ada peristiwa apa di tahun tersebut. Mereka layaknya saksi bisu yang menemani perjalanan bangsa ini.


Kemegahan kota tua dibantu dengan berdirinya beberapa bangunan bergaya Belanda yang sekarang difungsikan sebagai museum. Terdapat lima museum disana: Museum Fatahillah, Museum Wayang, Museum Seni Rupa dan Keramik, Museum Bank Mandiri, dan Museum Bank Indonesia. Rata-rata museum buka dari jam 09.00 - 15.00, harga tiket Rp.2000 saja, dan free untuk Museum Bank Indonesia. Sayang, sampai saat ini saya belum sempat berkunjung ke museum Seni Rupa dan Keramik. 

Museum Fatahillah
Sepertinya tempat ini merupakan titik sentral dari seluruh museum di kota tua. Letaknya berada di tengah dengan halaman alun-alun yang cukup luas. Museum yang pernah difungsikan sebagai balai kota ini terdiri atas bangunan utama dengan dua sayap bangunan, taman, dan ruang bawah tanah. Benda paling terkenal di Museum Fatahilah tentu saja meriam si Jagur.
 Museum Fatahillah tampak depan, khas dengan penunjuk mata anginnya

Meriam dengan "kekuatan magis"

Bagi saya, ini adalah museum paling crowded yang pernah ditemui. Terlalu banyak pengunjung yang datang hanya untuk berfoto, bukan untuk mengagumi isi museum. Koleksi museum sendiri memang hanya sedikit; replika peninggalan kerajaan Tarumanegara dan Pajajaran, gerabah, keramik, dan batu prasasti. Museum dengan tiga lantai ini kondisinya cukup menyedihkan, walaupun frekuensi kunjungan cukup tinggi tetapi tidak disertai dengan pemeliharaan gedung dan inventaris museum. Banyak tindakan vandalisme terjadi disini: coretan di setiap sudut museum, benda-benda museum dengan seenaknya dijadikan tempat menaruh tas atau duduk oleh pengunjung, dan tentu saja sampah yang menumpuk di beberapa sisi. Sedih rasanya melihat salah satu landmark kota Jakarta hanya dijadikan sebagai spot foto terkenal tanpa mengidahkan fungsi aslinya sebagai sebuah museum.

Museum Wayang
Well, this is another doesn't make sense museum for me. Mungkin karena area pameran masih ditutup jadi saya tidak bisa melihat seluruh koleksi museum secara keseluruhan (kalau renovasinya belum selesai jangan maksa dibuka dong). Saya hanya menyusuri lorong panjang setinggi tiga tingkat dengan beberapa pajangan wayang dan topeng. 
 
 Long alley

Beberapa koleksi (yang bisa saya lihat)

Sebenarnya museum ini menyimpan 4000 koleksi wayang, terdiri atas wayang kulit, wayang golek, wayang janur, dan wayang lainnya. Wayang dari luar negeri juga ada disini, seperti wayang dari RRC dan Kamboja. Tapiiiiii....sekali lagi, karena area pameran ditutup maka kunjungan saya ke tempat ini hanya berlangsung selama 15 menit saja. Ugh....

Museum Bank Mandiri
I love this museum. Bukan karena saya kerja di bank, tapi chemistry museum ini terasa banget. Bangunannya yang tua namun kokoh dan megah dengan arsitektur gaya Belanda benar-benar membuat saya merasa terlempar ke masa tempo dulu, dan pemandangan kota Jakarta yang ruwet dengan kemacetannya membuat saya sadar kembali kalau saya hidup di tahun 2010.
Banking hall Museum Bank Mandiri

Museum ini cukup luas, terdiri atas tiga lantai. Lantai bawah menyimpan koleksi safe deposit box. Jujur, kalau saya ngga ditemani orang lain, pasti saya ngga sudi masuk ke ruangan ini. Sereeeemmmm....(banget). Bayangin aja, tempat ini udah ada dari tahun kapan tau, belum lagi pintu bajanya yang tebel, ngga kebayang deh kalau saya terkunci di dalemnya.
 
Safe Deposit Box

Lantai dua menyimpan koleksi mesin perbankan, yang percaya atau tidak, masih saya gunakan di kantor (kantor saya jadul amat ya). Benda yang dipamerkan berupa surat berharga (bilyet, giro, cek), perlengkapan operasional bank, buku besar (besar dalam ukuran sesungguhnya), dan mesin ATM tua milik Bank Mandiri. Lantai tiga berisi ruang rapat dan ruangan berisi foto-foto (maaf, saya lupa foto siapa). Yang paling menarik dari lantai ini adalah stained glass yang hampir memenuhi seluruh tembok yang menghubungkan lantai 2 dan 3.
Stained glass

So far, museum ini terawat dengan baik dan bersih, koleksi museum dilindungi dengan kotak kaca sehingga pengunjung tidak dapat menyentuhnya dan tidak terlihat coretan di dinding museum.

Museum Bank Indonesia
Setelah mengalamin renovasi besar-besaran, akhirnya Museum Bank Indonesia (MBI) kembali dibuka untuk umum. Saat ini MBI hadir dengan teknologi tingkat tinggi, penjelasan disajikan melalui LCD TV dengan penggambaran yang jauh dari kesan membosankan. Salah satu multimedia yang paling terkenal disini adalah tampilan hujan uang logam di dinding, jika kita berhasil menangkap (mengurung uang logam tersebut dengan kedua tangan) maka akan muncul penjelasan mengenai uang tersebut. Hmm...cara kreatif untuk memperkenalkan sejarah untuk adik atau keponakan kita.
 Betah ke museum kalau teknologinya secanggih ini

Museum ini juga memperlihatkan logo BI yang berubah dari masa ke masa.
Logo BI

Secara umum, MBI memperkenalkan sejarah pembentukan bank sentral oleh pemerintah Indonesia, perkembangan sistem setoran kliring antar bank, dan tentu saja alur kebijakan BI untuk menghadapi krisis moneter yang menghantam Indonesia. Ruangan terakhir menyajikan koleksi uang kuno BI, mulai dari jaman kerajaan Majapahit, uang RIS, ORI, ORIDA, dan koleksi mata uang dari negara-negara lain di penjuru dunia.

Hhhmmm...kalau membandingkan koleksi museum, mungkin MBI masih kalah dari Museum Bank Mandiri, tetapi dari cara penyampaian informasi, museum ini memang jagoannya.

Kalau bukan kita yang melestarikan sejarah dan peninggalan bangsa ini, lalu siapa yang akan peduli?