Rabu, 13 Januari 2010

Kampus Sejuta Kenangan

Ada satu tempat yang paling saya hindari di dunia ini dan sudah hampir 2 tahun lamanya saya tidak menjejakkan kaki kesana. Tempat itu adalah kampus saya sendiri, sebuah perguruan tinggi negeri ternama di kota Bogor yang terletak jauh dari keramaian pusat kota. Dan minggu kemarin, akhirnya saya harus kembali ke tempat itu untuk menghadiri pernikahan seorang teman kuliah.

Kenapa saya takut kembali ke tempat ini? Karena disana tersimpan jutaan kenangan masa kuliah. Lalu, apa salahnya dengan kenangan masa kuliah? Bukankah menyenangkan untuk menyelami memori masa kuliah dengan teman seperjuangan? Karena selama empat tahun saya berkuliah disana, memori itu merekam perjalanan hidup kami berdua.

Saya berkenalan dengan dia saat semester 2. Perkenalan yang singkat namun berkesan, dalam waktu 3 bulan kami jadian. Saya tumbuh dewasa bersama dia, melewati berbagai tekanan dan keceriaan masa kuliah. Setiap jengkal di kampus itu merekam kenangan kami berdua; tempat jadian, tempat makan favorit, tempat rental komputer dan internet langganan, gymnasium tempat saya menyemangati dia saat bertanding futsal, kost-kostan yang ditinggali selama tiga tahun, dan masih banyak hal lain.

Empat tahun kami berdua bertahan menghadapi semua cobaan yang menghantam hubungan ini. Dan saat itu pun tiba, saat dimana kami berdua harus menyusun skripsi, sidang, lulus kuliah, wisuda, untuk kemudian menghadapi dunia yang sebenarnya. Saya selalu pesimis membayangkan hal ini, dan dia selalu menguatkan saya. Saya tidak pernah percaya dengan long distance relationship, saya tidak cukup kuat untuk itu. Ketika dia mulai memasuki dunia kerja, sementara saya masih bingung menentukan pilihan untuk bekerja dimana, ego ini semakin menjadi. Saya meminta perhatian lebih, yang tentu saja tidak dapat dia berikan, saya terus uring-uringan, sering ngambek, aaahh anak kecil sekali sikap saya waktu itu. Sering saya mengucapkan kata putus, tapi dia selalu mencoba mempertahankan hubungan kami. Sampai pada suatu hari, kata putus saya di-amin-i olehnya.

Saya tak pernah menyangka, ternyata hubungan kami bisa kandas juga. Tapi inilah hidup, tidak ada satu orang pun yang bisa memperkirakan apa yang akan terjadi di depan sana. Saat itu hidup saya kacau, saya benar-benar merasa kehilangan dia. You dont know what your missing until you lose it. Tak habis-habisnya saya mengutuki kebodohan diri ini.

Hidup terus berjalan, saya juga tahu, saya harus maju dan melupakan dia, dan saya berhasil. Saya bisa tertawa kembali, menghargai dan mencintai diri sendiri, tidak lagi menyalahkan diri ini atas apa yang telah terjadi di masa lampau. Tapi saya yakin, saya tidak mungkin kembali ke kampus. Terlalu banyak kenangan disana, daripada luka ini terbuka kembali, lebih baik saya menghindari tempat itu.

Ternyata jalan hidup saya hanya berputar, dan saya kembali ke kampus, ke tempat dengan sejuta kenangan itu. Tidak banyak yang berubah, hanya diri ini yang berubah mengikuti alur waktu. Tempat itu masih sama, sejuta kenangan itu juga masih tersimpan disana, tidak akan lapuk dimakan waktu. Tetapi saya memandang semua tempat itu dengan sebuah senyum, bukan titik air mata. Saya tersenyum mengingat masa kuliah, kenaifan masa remaja, saya bisa tersenyum menghadapi semua kenangan tentang kami berdua. Tempat itu mungkin tidak akan berubah, tapi perasaan ini yang tidak sama lagi. Saya benar-benar telah merelakan kamu. Saya bahagia untuk kamu.

Saya juga lebih tegar menghadapi pertanyaan teman-teman kuliah di acara pernikahan tersebut. Pertanyaan sama yang sudah saya berikan jawabannya dari 2 tahun yang lalu kepada mereka. Saya tidak menyalahkan mereka yang menanyakan kelanjutan hubungan kami berdua, mungkin mereka juga terbawa suasana masa kuliah dahulu.

Sepulangnya dari kampus, saya menjumpai beberapa mahasiswa dengan pakaian khas mereka: polo shirt, celana jeans, plus sneakers atau flat shoes. Tapi lihatlah saya sekarang: casual dress, clucth bag dan high heels.


Penampilan baru saya dan teman-teman kuliah

Kita hanya bisa berjalan mengiringi waktu yang terus maju. Dengan segala perubahan yang ada, saya yakin Tuhan memilihkan jalan yang terbaik untuk kami berdua.

Untuk kamu yang tidak mungkin membaca tulisan ini: Terimakasih untuk 4 tahun yang begitu berwarna.

Minggu, 10 Januari 2010

The Secret of Sherlock Holmes and Alvin and The Chipmunks2

Hohoho....bukaaannn, saya bukannya tau rahasia tentang film Sherlock Holmes dan Alvin and The Chipmunks 2. Saya cuma mau me-review buku The Secret dan kedua film tadi, plus satu tambahan upcoming movie: Hachiko.

The Secret by Rhonda Byrne.
Jujur, saya penasaran dengan buku ini. Heran, di Amerika sana kok heboh banget ngebahas The Secret, bahkan Oprah juga berkali-kali membahas plus memboyong para penulisnya dalam talk show beliau. Karena waktu itu bukunya belum terbit di Indonesia, saya lumayan bingung ngikutin obrolan tante Oprah.

Hmm...agak sedikit syusyah dan berat siihh ngebahas buku ini. Butuh waktu yang cukup lama sampai saya selesai membaca plus meresapi teori-teorinya. Esensi dasar dari The Secret adalah adanya hukum tarik menarik di alam semesta. Segala sesuatu yang datang ke dalam hidup Anda, ditarik oleh diri Anda sendiri ke dalam hidup ini. Hukum tarik menarik juga mengatakan bahwa kemiripan menarik kemiripan. Jadi, ketika Anda memikirkan suatu pikiran, Anda juga menarik pikiran-pikiran serupa ke dalam diri Anda.

Pikiran bersifat magnetis, dan pikiran memiliki frekuensi. Ketika kita memikirkan pikiran-pikiran, maka pikiran-pikiran itu dikirim ke alam semesta, dan secara magnetis pikiran akan menarik semua hal serupa yang berada di frekuensi yang sama. Segala sesuatu akan kembali ke sumbernya, Anda. Pikiran yang sedang Anda pikirkan saat ini sedang menciptakan kehidupan masa depan Anda. Apa yang paling Anda pikirkan atau fokuskan akan muncul sebagai kehidupan Anda.

Haaa...saya yakin, kepala pasti langsung nyut-nyutan baca ringkasan The Secret di atas. For simple, saya menginterpretasikan statement di atas seperti ini: saya adalah apa yang saya pikirkan. Jika saya memikirkan sesuatu hal yang buruk atau jelek, maka segala hal yang buruk akan datang kepada saya (kemiripan menarik kemiripan), begitupun sebaliknya, jika saya memikirkan hal yang baik, maka alam semesta akan merespon dan mendatangkan semua hal baik ke dalam hidup saya. Hukum tarik menarik The Secret menurut saya lebih mirip dengan hukum sebab akibat, apa yang kita tanam, itulah yang kita tuai, apa yang kita berikan kepada lingkungan, maka lingkungan akan merespon hal yang sama dengan yang kita lakukan.

I Hate Monday, pasti semua orang pernah mengeluarkan statement seperti itu. Tapi sebenarnya, hal ini disebabkan karena pikiran kita sendiri. Kita selalu membayangkan Senin sebagai hari yang menyebalkan, mengawali hari dengan malas bangun tidur, menghadapi kemacetan ibukota, dan setumpuk pekerjaan yang telah menanti. Tanpa disadari, alam semesta merespon semua pikiran ini dan terciptalah semua hal-hal menyebalkan tersebut. Coba kalau kita mengawali hari dengan senyum cerah dan optimis. Hasilnya? Alam semesta akan memberikan apa yang kita pikirkan dan hari ini akan menjadi hari yang menyenangkan. Begitulah pikiran bersifat magnetis bekerja.

Buku ini juga membahas cara menggunakan rahasia untuk membantu kita menciptakan apa yang kita inginkan melalui tiga langkah sederhana: meminta, percaya, dan menerima. Pertama: meminta apa yang kita inginkan kepada alam semesta adalah kesempatan untuk menjelaskan apa yang kita inginkan kepada diri sendiri. Kedua: percaya melibatkan bertindak, berbicara, dan berpikir seakan-akan kita sudah menerima apa yang kita minta. Ketiga: menerima melibatkan perasaan seperti yang kita rasakan ketika permintaan kita terwujud.

Percaya atau tidak dengan teori di atas? Itu tergantung pribadi Anda. Saya memang tipe pemimpi yang menginginkan banyak hal, tetapi saya sadar untuk meraih semua itu diperlukan usaha dan kerja keras. Saya juga melihat hukum-hukum dalam The Secret nga jauh beda dengan kekuatan berpikir positif. Jika kita selalu positive thinking, maka lingkungan akan merespon seperti demikian. Satu hal lagi yang diajarkan buku ini dan mungkin terlupakan oleh kita: selalu bersyukur, karena hal tersebut akan mendatangkan lebih banyak kebaikan dalam kehidupan ini.

Sherlock Holmes.
Salah satu film yang saya tunggu-tunggu dari tahun 2009 kemarin. Saya yakin, film ini akan menyedot perhatian pecinta film dan penggila cerita detektif. Bersetting London akhir abad 19, film besutan Guy Ritchie ini menampilkan sosok Sherlock Holmes yang sangat berbeda. Disini Holmes, diperankan oleh Robert Downey Jr, terkesan tidak pedulian, bahkan jorok, sering teler saat bosan, dan bermain biola. Holmes juga ditampilkan sebagai seorang petarung. Pengambilan gambar saat Holmes sedang bertarung benar-benar mencengangkan, pertama rekaan pukulan dan tendangan Holmes direkam dalam gerak lambat, plus dijelaskan dampak dari serangan tersebut, kemudian gerakan tersebut ditampilkan kembali dalam gerakan cepat.

Holmes bersama dr. Watson (Jude Law) menggagalkan upaya pengurbanan gadis yang dilakukan oleh Lord Blackwood (Mark Strong). Blackwood yang dihukum mati ternyata bangkit dari kubur dan menciptakan teror kepada masyarakat. Teror ini sengaja digunakan agar Blackwood dapat menguasai Inggris. Penyingkapan misteri Blackwood yang dilakukan Holmes dan dr. Watson diganggu oleh kehadiran Irene Adler (Rachel McAdams). Adler sendiri bekerja atas permintaan seseorang yang dalam karangan Doyle akan menjadi lawan berat Holmes.

Seperti cerita detektif lain, kita akan disuguhi potongan-potongan gambar yang  di akhir cerita menjelaskan seluruh misteri di dalam film. Analisis Holmes yang menggunakan pendekatan rasional akhirnya mematahkan semua cerita takhayul yang sengaja Blackwood ciptakan.

Alvin and The Chipmunk: The Squeakquel.
Sebenarnya saya tidak terlalu tertarik menonton film ini, Alvin and The Chipmunks yang pertama saja tidak sempat saya lihat. Lalu, apa yang membuat saya tergerak untuk melihat film ini? Lagu-lagu populer dinyanyikan dengan suara tupai plus gaya menari mereka, totally fun!!!

Dalam Alvin adn The Chipmunks2, Dave (Ayah Alvin dkk) mengalami kecelakaan dan harus dirawat di RS. Alvin dkk akhirnya harus dirawat Toby (Zachary Levi) dan menjalani kehidupan sekolah. Konflik dimulai ketika Alvin diterima dalam tim football dan melupakan dua saudaranya, Simon dan Theodore. Sementara itu, Ian (David Cross) yang masih menyimpan dendam terhadap The Chipmunks membentuk band tupai wanita, The Chipettes. The Chipmunks dan The Chipettes akhirnya bertanding untuk mewakili sekolah dalam kegiatan pengumpulan dana.

So far, filmnya biasa saja menurut saya. Humor yang ditampilkan kurang menghibur. Tetapi, seperti saya katakan sebelumnya, lagu-lagu yang ditawarkan keren-keren. Saya paling suka saat The Chipettes menyanyikan lagu Single Ladies dan bergaya ala Beyonce. Satu hal yang mengejutkan, film ini menampilkan Charice Pempengco yang membawakan lagu No One nya Alicia Keys.

Sedikit tentang Charice Pempengco.
Gadis berusia 16 tahun asal Filipina ini "ditemukan" oleh Oprah melalui YouTube. Setelah tampil di Oprah, dia tampil bernyanyi bersama Celine Dion dan "diasuh" secara langsung oleh David Foster.

Suaranya benar-benar hebat. Dan ternyata, ada kisah sedih di balik suara indah Charice. Dia berasal dari keluarga broken home yang melihat langsung saat sang Ibu ditembak oleh Ayahnya sendiri. Sejak itu, Charice mengikuti kontes menyanyi dengan tujuan mendapatkan uang untuk makan. Hmm, saya jadi ingat kisah serupa pemenang American Idol, Kelly Clarkson yang juga berasal dari keluarga broken home.

Film yang saya tunggu: Hachiko.
Diambil dari kisah nyata, Hachiko akan segera tampil di layar lebar. Saya hanya menyayangkan kenapa tidak bersetting di Jepang, negara asal cerita ini.

Hachi selalu mengantar majikannya, Profesor Ueno, ke stasiun shibuya untuk berangkat ke kampus, dan menjemput kembali ketika sore menjelang. Suatu hari Prof Uneo meninggal di kampus, tetapi Hachi yang tidak mengetahui dan tidak mengerti tetap menjemput majikannya ke stasiun Shibuya.

Setelah kepergian Prof Ueno, Hachi tidak terurus dan berpindah-pindah dari satu majikan ke majikan yang lain. Rumah majikan Hachi yang terakhir berdekatan dengan stasiun Shibuya, dan di jam-jam Prof Ueno pulang, hachi tetap setia menunggunya di stasiun. Hachiko menginggal di usia 13 tahun, tidak jauh dari stasiun. Kisah Hachiko ini menggugah para penduduk Jepang, dan pematung Teru Ando membuat patung Hachiko. Patung tersebut saat ini berdiri di halaman stasiun Shibuya, dengan setia menyambut para penduduk Jepang yang keluar dari stasiun.

Saya nga yakin bakalan kuat nonton film ini, saya paling cengeng kalau nonton film bertema binatang. Tapi ini adalah kisah persahabatan manusia dan anjing yang paling saya sukai, cant wait for the movie.

Minggu, 03 Januari 2010

Buku Minggu Ini.

Ada dua hal yang saya lakukan untuk me-refresh diri selama long weekend kali ini. Pertama, maraton nonton film bioskop gratisan di TV yang naujubile-iklannya-lama-bin-banyak-banget. Dan yang kedua, sudah pasti untuk membaca. Berhubung film-film yang diputar di TV termasuk kategori film lama yang saya yakin sudah ditonton berulang kali, jadi saya memutuskan untuk membahas beberapa buku yang berhasil saya selesaikan selama 3hari ini.

UTUKKI. Sayap Para Dewa.
Perkenalan saya dengan karya Clara Ng berawal dari cerpen bersambung Tea for Two di Kompas. Saya hanya sempat membaca koran di hari sabtu dan minggu, sehingga saya tidak mengikuti ceritanya secara utuh. Walau demikian, dari cerita yang sepotong-sepotong itu saya sudah terpikat dengan cara Clara Ng bertutur dan berkisah.

Mengambil setting pada jaman Mesopotamia 5000SM dan Jakarta tahun 2000, Utukki menceritakan kisah cinta antara Thomas dan Celia di kota Jakarta. Kemudian alur mundur ke Mesopotamia 5000SM dimana Nannia (Utukki ke delapan) jatuh cinta dengan Enka, pemuda kelahiran manusia biasa. Karena Nannia keturunan dewa, maka hubungan mereka berdua tidak direstui oleh Dewa Anu (Dewa langit sekaligus ayah Nannia). Keadaan bertambah rumit ketika Dewi Ishtar (dewi cinta dan perang) juga jatuh cinta dengan Enka. Akhirnya Dewa Anu memutuskan cinta Nannia dan Enka harus diuji ribuan tahun lamanya, jika mereka berhasil membuktikan keteguhan cinta masing-masing, maka mereka akan bersatu, tetapi jika tidak, maka Enka akan menjadi milik Ishtar. Di masa depan, Nannia bereinkarnasi manjadi Thomas, dan Enka menjadi Celia. Ishtar menculik Celia ke kerajaan dewa-dewi, dan Thomas harus berjuang membebaskan Celia sekaligus membuktikan kesungguhan cinta mereka berdua.

Novel terbitan tahun 2006 ini saya temukan terdampar di tumpukan buku diskon dan saya beli hanya dengan harga Rp. 15.000. Saya tidak pernah skeptis menilai isi dari sebuah buku diskon. Saya yakin, pasti ada alasan mengapa sebuah buku bisa dibandrol dengan harga sedemikian murah. Secara keseluruhan, dapat saya katakan novel ini agak sedikit membosankan. Walau demikian, saya tetap nga rela melepas buku ini sebelum selasai membaca sampai halaman terakhir. Cara bertutur Clara Ng selalu memikat sehingga lembar demi lembar halaman berlalu tanpa terasa. Betapa briliannya imaji seorang Clara Ng sehingga dia bisa menciptakan tokoh fiksi dunia dewa-dewi dan mengaitkannya dengan dunia mahkluk hidup. Flash back yang ditampilkan juga berjalan dengan mulus dan tidak mengganggu alur cerita. Mitos, dongeng, fantasi, dan legenda, semuanya tercampur baur menjadi satu dalam buku ini.

My Stupid Boss
Buku terbitan tahun 2009 ini pasti sudah tidak asing lagi. Sayangnya saya baru sempat membaca sekarang, jadi mungkin review kali ini akan terlihat membosankan.
Berawal dari curhatan pribadi penulisnya di blog http://chaosatwork.blogspot.com maka Gradien Mediatama (sebuah line penerbitan baru yang juga menerbitkan Anak Kos Dodol) mencetak My Stupid Boss dalam bentuk sebuah buku. Nama penulis aslinya sampai saat ini masih dirahasiakan, biasa dipanggil Kerani (dalam bahasa Malaysia artinya admin, karena dia memang bekerja sebagai kepala admin) atau Chaos@work. Saat ini Gradien Mediatama sudah menerbitkan My Stupis Boss 2, dan sedang mengumpulkan naskah dari kita-kita untuk dimuat dalam My Stupid Boss Fans Stories, jadi kalau kalian minat untuk menceritakan kedodolan boss masing-masing, bisa mengirim naskahnya ke pestanaskahgradien@yahoo.com paling lambat 11 Januari 2010 dan jika tiada boss yang merintangi buku ini akan terbit 1 April 2010 (April mop). Just check the chaos@work blog Ok.

Yang pasti, selama saya membaca My Stupid Boss, saya nga cuma ketawa ngakak, tapi juga mikir "bisa kena serangan jantung gw klo punya boss kaya gini". Kok ada ya boss sedodol, sepelit, semenyebalkan, se-nga-tau-diri kaya dia. Dan saya merasa boss saya saat ini adalah boss terbaik seluruh dunia. I Luv U so much deh Boss.

Ada cerita lucu lain di balik buku ini. Seorang teman baru membeli My Stupid Boss dan stupidnya dia, buku tersebut DIBAWA ke kantor. Iya sodara-sodara, DIBAWA dan dibaca (plus ketawa ngikik-ngikik) di kantor!!! Tanpa disadari sang boss tersebut melihat buku tersebut. Keesokan harinya:
Boss (sambil melemparkan buku pedoman SOP yang ajegile-tebel-banget): "Nih, baca buku ini, jangan baca buku kaya begituan".
Teman: ........................................
Dan saya pun mengulangi kedodolan yang sama. Ketika buku-buku pesanan datang ke kantor, amplopnya langsung saya buka, dan buku tersebut saya tumpuk rapi di atas meja kerja. And you know what? Buku My Stupid Boss saya simpen di tumpukan paling atas. Aaaahhhh...stupidnya saya.

Merantau + whatever
Saya selalu salut dengan penulis yang berusaha menerbitkan tulisan di blognya, apalagi dengan line penerbitan sendiri. Seperti Andrei Budiman yang menerbitkan buku Travellous dengan line penerbitan Travellous Publishing yang dia buat sendiri. Begitupun buku ini, diangkat dari blog http://merantautheseries.wordpress.com dan mengambil nama Mahakarya Publishing, maka buku ini terbit secara independen.

Buku yang mengangkat pengalaman merantau di negeri orang ini ditulis secara keroyokan oleh 9 orang, dengan 2 bahasa, mengarungi 5 negara dan 7 kota, memuat 82 kisah, dan terbit dengan 2 cover. Sebuah tagline yang sangat menarik. Karena belum terbit di toko buku besar, maka pemesanan hanya bisa dilakukan secara online atau menghubungi langsung contact person. Cukup mengejutkan, ketika saya memesan dan memberikan alamat kantor, Brilliant Yotenega (salah satu penulis plus penerbit) mengatakan kantornya tidak jauh dari kantor saya. Akhirnya kami bertemu dan saya buku saya ditandatangani dia :)

So far...buku ini mengecewakan. Satu-satunya penulis yang benar-benar kompeten hanyalah Wuri Handayani. The others? Cuma numpang lewat doang. Bahasa yang digunakan adalah bahasa Jawa dan bahasa Indonesia, jadi setiap kisah diceritakan dengan dua versi (kecuali Wuri yang selalu menulis dengan bahasa Indonesia). Setiap cerita mencantumkan komentar dari pembacanya, yang menurut saya nga penting banget karena mengganggu mood saat membaca, apalagi komentar dituliskan dalam bahasa Jawa yang notabene nga saya ngerti. Saya merasa di diskriminasikan ketika membaca buku ini, kesannya buku ini memang hanya ditujukan untuk orang Jawa.

Cerita yang dituliskan tidak berurut, misalnya dari setelah kisah tanggal 13 Februari, lalu berlanjut dengan cerita tanggal 4 Februari. Memang dua cerita ini tidak berhubungan, tetapi akan lebih baik jika ditulis secara berurut. Dan hal yang paling parah dari buku ini adalah: belum memiliki ISBN. Waduuuuhhhh....saran untuk para penulis buku Merantau + Whatever, sebaiknya bukunya direvisi besar-besaran sebelum naik cetak lagi, dan dikelola dengan lebih serius. Jangan sampai, karena beberapa independen label menerbitkan buku dengan cara seperti ini masyarakat akan memandang remeh (kembali) dengan buku-buku terbitan independen. Kasihan sama mas Andrei Budiman yang udah mati-matian berusaha membuktikan kalau independen label itu bisa eksis seperti major label.

Dari 82 kisah yang ditulis, saya hanya puas membaca 8 cerita. Tujuh milik wuri, dan satu milik Byotenega. Ini salah satunya:
Merantau + An...jrit!
"Anjrit. AN.....jrit. Annnn...jrit"
"Wo, kamu kenapa?"
"Annnnnjrit.. Annnjriit. Aannnnn jeriiit"
"Woo.. kamu mabuk kah? Kok bicara-bicara sendiri? gak jelas lagi ngomong apa?"
"Anjritt..A..nn...jee...ri..tt. an je rit"
"Wooooo!!!! Heeeyyy??? Helllloowwww?"
"Eh..gak apa-apa, Le. Aku sedang belajar ngumpat cara Jakarta. Kalo Surabaya kan ngumpatnya: c*k gitu kan, lah kalo Jakarta ini lagi ngetrend ngomong: 'An...jee...riit' itu tadi"
"Ohhh..."
"Le, aku ini ya bingung. Anjrit itu maksudnya apa ya? Gak ngerti aku"
"Lahhh anjrittt... itu kan temennya Kucritttt! Seperti Tom en Jeri. Anjrit dan kucritt. Begitu Wo"
"Ooooo...begitukah?"

Drunken Monster
Diangkat dari blog http://pidibaiq.multiply.com/journal Pidi Baiq menceritakan catatan hariannya melalui buku Drunken Monster. Review yang saya baca mengatakan buku ini lucu banget, bisa ketawa sampe guling-gulingan. Tapi ko saya beda ya? Heran. Saya cuma mampu terkekeh atau tersenyum saja. Humor yang ditawarkan buku ini cukup menyentil dan terkadang sinis. Contohnya saat Pidi Baiq mengajak tiga orang tukang becak untuk naik mobil dan menemaninya makan di kafe. Ketiga tukang becak ini merasa mereka tidak pantas berada dalam kafe tersebut, apalagi dengan pakaian kebangsaan mereka. Setelah mereka selesai memesan makanan Pidi ijin ke toilet, padahal dia pindah ke kafe seberang dan memperhatikan ketiga tukang becak ini dari kejauhan. Setengah jam kemudian Pidi kembali ke kafe tersebut dan voila....ketiga tukang becak tersebut belum menyentuh makanan mereka sama sekali.

Pidi cukup berani menulis dengan gaya yang sangat tidak lazim. Berantakan. Kalimat yang disusun juga tidak beraturan. Tapi justru itulah kelebihan dari buku ini. Dan jika diselami lebih dalam, saya rasa buku ini cukup berat, karena saya cukup memutar otak untuk mendapatkan pesan yang ingin disampaikan penulisnya.

Jumat, 01 Januari 2010

Hey 2010.


Selamat pagi... Pagi pertama di tahun 2010. Mumpung 2010 baru berjalan sekitar 8jam, saya mau menulis resolusi-resolusi yang telah saya buat untuk tahun ini. Fresh from the oven.
  1. Lebih dekat dengan diriNya.
  2. Lebih dekat dan banyak meluangkan waktu untuk keluarga.
  3. Lebih banyak tersenyum dan peka dengan lingkungan sekitar.
  4. Mengatur alur pengeluaran dan pendapatan lebih baik lagi.
  5. Mendedikasikan diri untuk pekerjaan.
  6. Disiplin memenuhi target membaca setiap bulan.
  7. Backpack ke luar dan di dalam negeri.
  8. D.I.E.T (sepertinya setiap tahun resolusi ini selalu saya buat)    ;)
  9. Meet Mr. Right (Amin Amin Amin).
  10. Punya apartemen di daerah Kemayoran (ok, yang ini jelas masuk dalam kategori ngarep)
Hmm...thats it. Simple bukan? Tapi sulit untuk diwujudkan. Beberapa resolusi ini adalah resolusi lanjutan dari tahun 2009 yang belum saya raih. Dan di atas semua resolusi yang telah saya buat, saya hanya ingin menjadi seseorang yang lebih baik lagi. Seseorang dengan sebentuk senyum ceria dan selalu optimis memandang hidup ini. Selalu mensyukuri semua yang telah terjadi dalam hidup, dan menghargai setiap detik yang telah dilaluinya.

Tuhan, terimakasih untuk semua anugrahMu. Maafkan saya yang sedikit melupakanMu di tahun lalu. Semoga tahun ini bisa lebih baik lagi.